
Bahasa Indonesia
English

Pada 2 Mei 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) meluncurkan program Kampus Berdampak, yaitu paradigma perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan lulusan, publikasi, dan reputasi global, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mentransformasi kehidupan masyarakat guna mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sejalan dengan semangat tersebut, Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 244/M/2024 tentang Spektrum Keahlian dan Konversi Spektrum Keahlian pada SMK/MAK menempatkan pengecoran logam sebagai salah satu kompetensi yang relevan dalam Program Keahlian Teknik Pemesinan. Berpijak pada hal tersebut, Program Studi Teknik Manufaktur, Departemen Pendidikan Teknik Mesin (DPTM), Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY) mewujudkan komitmennya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Workshop Pengecoran Aluminium dengan Cetakan Pasir di SMK Tamtama Kroya.
Kegiatan PkM dilaksanakan oleh tim dosen Prodi Teknik Manufaktur FT UNY yang terdiri atas Prof. Dr. Tiwan, S.T., M.T., Dr. Aris Eko Wibowo, M.Pd., Arianto Leman Soemowidagdo, M.T., Dr. Ir. Aan Ardian, S.Pd., M.Pd., dan Beni Tri Sasongko, S.T., M.Eng., bersama tim SMK Tamtama Kroya yang dikoordinasikan oleh Kepala Sekolah Akhmad Mustolih, S.Pd. Workshop dilengkapi dengan tungku krusibel kompak berbahan bakar LPG hasil riset tim peneliti FT UNY, perangkat pembuatan pola, perangkat pembuatan cetakan pasir, serta perangkat penuangan logam cair. Sebanyak 20 guru SMK Tamtama Kroya mengikuti pelatihan yang meliputi desain pola menggunakan CAD, pencetakan pola dengan 3D printer, perakitan pola, pembuatan cetakan pasir, peleburan dan penuangan logam cair, hingga analisis produk hasil pengecoran. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa, yaitu Naufal Daru Rizk, Muhammad Nur Rouuf, Saifullah Tri Ronggo Gupito, Rio Mustajib, dan Hosea Weremba, melalui program konversi KKN dan PK.
Kepala SMK Tamtama Kroya, Akhmad Mustolih, S.Pd., menyampaikan bahwa workshop tersebut telah menghasilkan kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia untuk mendukung pembelajaran praktik pengecoran dengan cetakan pasir bagi siswa SMK Tamtama Kroya. Kesiapan guru yang telah memperoleh pengalaman praktik pada seluruh tahapan proses pengecoran menjadi modal penting untuk keberlanjutan pemanfaatan workshop dalam kegiatan pembelajaran. Akhmad berharap kolaborasi UNY dengan masyarakat dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan kompetensi sumber daya manusia. Sementara itu, Prof. Dr. Tiwan, S.T., M.T., mewakili tim PkM FT UNY, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi kepakaran, riset, dan inovasi UNY yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Menurutnya, keberhasilan workshop tidak hanya ditunjukkan melalui tersedianya fasilitas pengecoran, tetapi juga melalui kesiapan guru untuk mengimplementasikannya dalam pembelajaran. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen UNY sebagai Kampus Berdampak dalam mentransformasi pendidikan vokasi dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Copyright © 2026,